Programterbaru.com -
Para peneliti di Tiongkok mengumumkan terobosan signifikan dalam teknologi transistor. Mereka telah berhasil menciptakan transistor tanpa silikon yang menjanjikan peningkatan kinerja yang substansial sekaligus mengurangi konsumsi energi secara signifikan.
Inovasi ini, jika diimplementasikan dalam chip, berpotensi melampaui kinerja chip buatan Amerika Serikat oleh perusahaan seperti Intel. Lebih jauh lagi, teknologi ini dapat membantu Tiongkok mengatasi pembatasan pembelian chip canggih dan bahkan melampaui manufaktur chip AS dengan mengadopsi proses manufaktur yang revolusioner.
Kunci dari peningkatan kinerja dan efisiensi ini terletak pada arsitektur unik chip tersebut, khususnya transistor dua dimensi bebas silikon yang dikembangkan oleh tim peneliti. Transistor ini merupakan jenis gate-all-around field-effect transistor (GAAFET).
Meskipun arsitektur GAAFET sendiri bukanlah konsep baru, penggunaan bismut oksiselenida sebagai semikonduktor oleh tim dari Peking University (PKU) merupakan inovasi yang signifikan. Selain itu, mereka menggunakannya untuk membuat transistor dua dimensi yang sangat tipis.
Transistor baru ini memiliki konstanta dielektrik yang tinggi, yang berarti kemampuannya untuk menyimpan energi listrik sangat baik. Hal ini berkontribusi pada peningkatan efisiensi transistor secara keseluruhan.
Tidak seperti desain transistor sebelumnya seperti fin field-effect transistor (FinFET), transistor GAAFET membungkus sumber dengan gerbang di keempat sisinya, bukan hanya tiga. Konfigurasi ini menghasilkan kontrol elektrostatik yang lebih baik dan potensi arus penggerak yang lebih tinggi, serta waktu pengalihan yang lebih cepat.
Menurut Hailin Peng, profesor kimia di Peking University (PKU) dan penulis utama studi tersebut, pengembangan transistor berbasis material 2D ini merupakan langkah revolusioner dalam penelitian transistor.
Para ilmuwan mengklaim bahwa chip yang menggunakan transistor baru ini dapat bekerja hingga 40% lebih cepat daripada prosesor silikon terbaik yang ada saat ini. Selain itu, chip tersebut juga diperkirakan akan menggunakan daya 10% lebih sedikit.
Transistor bismut 2D juga memiliki keunggulan dalam hal fleksibilitas dan ketahanan. Mereka tidak mudah patah dan lebih fleksibel daripada silikon tradisional.
Penemuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Nature pada tanggal 13 Februari, menandai langkah maju yang signifikan dalam pengembangan teknologi semikonduktor.
0 Komentar